Formulasi Model

FORMULASI MODEL

Formulasi model adalah pembentukan model secara formal berdasarkan variabel-variabel dan parameter – parameter serta relasi-relasi yang didefinisikan pada tahap karakterisasi sistem.

Berdasarkan formulasi ini kemudian dikembangkan metode pencarian solusi dari model tersebut.

 

JENIS FORMULASI

Formulasi model dapat dilakukan dalam bebrapa bentuk, yaitu :

  1. Formulasi model analitik ( matematika )
  2. Formulasi model heuristik
  3. Formulasi model simulasi

Masing – masing mempunyai prosedur formulasi model yang berbeda

 

 

MODEL DETERMINISTIK

Sistem yang bersifat deternministik sebetulnya mengandung unsur ketidakpastian; hanya saja unsur ketidakpastian tersebut dapat diabaikan.

Dapat dibedakan lagi sbb :

STATIK                                                           DINAMIK

Persamaan Aljabar                                           variabel diskrit

Fungsi optimasi                                                            variabel kontinyu

 

MODEL PROBABILISTIK

Sistem probabilistik dicerminkan dari variabel- variabel yang mengandung unsur ketidakpastian

Dapat dikelompokkan lagi sbb :

 

STATIK                                                           DINAMIK

Analisis variance                                                                     waktu

Regresi                                                 State       Diskrit diskrit         kontinyu diskrit

Diskrit kontinyu     kontinyu kontinyu

SIMULASI VS OPTIMASI

Dengan simulasi, pertanyaan biasanya “ apa jika “

Ini bisa dikatakan “ model deskriptif “

Dengan optimasi, ( program matematika ) pertanyaannya adalah “ apa yang terbaik “

Ini bisa dinamakan “ model perspektif “

 

PENGERTIAN PARAMETERISASI

Sistem memiliki parameter tertentu ;

Contoh : – gaya tarik gravitasi bumi

– jumlah loket dalam antrian layanan bank, dll

Untuk pembuatan model, parameter-parameter yang perlu disertakan harus diperkirakan nilainya

( estimasi parameter ) dengan tepat.

Estimasi parameter yang dipergunakan dalam model disebut proses parameterisasi

Kesalahan dalam menentukan nilai parameter dapat membuat model yang dihasilkan tidak sesuai dengan performasi sistem nyatanya.

ASPEK-ASPEK PARAMETERISASI

Estimasi parameter dapt dilakukan dengan baik jika tersedia data mengenai sistem nyata yang baik :

Data-data yang baik memiliki ciri-ciri sbb :

– ketersediaan data

Ketersediaan data menyangkut :

–          Kemudahan melakukan pengukuran

–          Ada tidaknya data yang diperlukan

–          Kerahasiaan data

– kualitas

Kualitas data dipengaruhi oleh :

–          Cara pengukuran

–          Instrumen pengukuran yang dipergunakan

– variability data menyangkut seragam tidaknya data dab bisa diatasi dengan mendapatkan data yang banyak

– kecukupan data menyangkut :

–          Banyaknya data yang dikumpulkan

–          Kelengkapan data yang diperlukan

Estimasi bisa dilakukan dengan pengukuran secara langsung

–          Pengukuran massa benda

–          Penghitungan jumlah loket pelayanan

–          Pengukuran berat barang dll

Kesulitan dalam ketersediaan data untuk penentuan parameter dapat diatasi dengan :

–          Penggunaan standard yang berlaku

–          Data dari sistem sejenis

–          Perkiraan ( judgement )

Jenis dari sistem juga menetukan upaya penentuan paramter; dalam hal ini :

– sistem deterministik à relatif memerlukan jumlah data yang sedikit untuk mendapatkan suatu parameter tertentu

– sistem probabilistik à umumnya memerlukan jumlah data yang lebih banyak untuk mendapatkan nilai suatu parameter.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: